Kisah Alumni: UI/UX Designer Sukses


Banyak yang mengira UI/UX designer harus punya latar belakang desain. Fara Dwinita, alumni Fasilkom Narotama, membuktikan asumsi itu salah. Kini ia sukses sebagai UI/UX Designer di perusahaan teknologi terkemuka.

Dari Informatika ke UI/UX Design

Fara kuliah di Teknik Informatika karena suka teknologi. Di semester 3, ia mengikuti mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) dan langsung tertarik pada bidang UI/UX. "Saya sadar kalau membuat aplikasi yang mudah digunakan sama pentingnya dengan membuat aplikasi yang berfungsi," kenangnya.

Belajar dari Nol

Tanpa latar belakang desain, Fara belajar autodidak. Ia mengikuti kursus online di Coursera dan YouTube, membaca buku tentang desain interaksi, dan berlatih menggunakan Figma setiap hari. Ia juga aktif mengikuti UI/UX design challenge untuk mengasah skill.

Magang dan Karier

Fara magang sebagai UI/UX designer intern di sebuah startup di Surabaya. Portofolionya yang kuat — berisi redesign aplikasi populer dan proyek desain challenge — membuatnya diterima kerja sebagai Junior UI/UX Designer setelah lulus. Kini, ia memimpin tim desain untuk produk digital.

Pesan Fara

"Jangan batasi dirimu karena latar belakang. Di dunia IT, kemauan belajar lebih penting dari gelar atau jurusan. Saya buktikan sendiri bahwa lulusan Informatika bisa sukses sebagai UI/UX Designer."

Tips Belajar Efektif untuk Mahasiswa IT

Untuk menguasai materi kuliah IT, terapkan metode belajar aktif: jangan hanya membaca, tapi praktikkan setiap konsep. Buat proyek kecil setelah mempelajari teori baru. Bergabunglah dengan kelompok belajar atau UKM programming untuk saling berbagi pengetahuan. Konsistensi lebih penting daripada durasi — belajar 30 menit setiap hari lebih efektif daripada 5 jam seminggu sekali.

  • Praktikkan materi dalam 24 jam setelah belajar
  • Ajarkan kembali ke teman (Feynman Technique)
  • Kerjakan soal di platform seperti LeetCode atau HackerRank
  • Ikuti development challenge untuk mengasah skill

Soft Skill yang Perlu Diasah

Selain skill teknis, perusahaan juga mencari lulusan dengan soft skill yang baik. Kemampuan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah menjadi nilai tambah yang membedakan kandidat biasa dengan kandidat unggulan. Ikuti organisasi kampus dan proyek kelompok untuk mengembangkan soft skill ini.

  • Komunikasi efektif — mampu menjelaskan konsep teknis ke audiens non-teknis
  • Kerja sama tim — berkolaborasi dalam proyek pengembangan software
  • Manajemen waktu — mengatur prioritas antara kuliah, organisasi, dan pribadi
  • Adaptabilitas — cepat belajar teknologi baru yang terus berkembang

Prospek Karier di Bidang Ini

Lulusan IT memiliki peluang karier yang luas. Beberapa posisi yang bisa diincar setelah lulus antara lain software engineer, data analyst, IT consultant, system analyst, dan network engineer. Gaji fresh graduate IT di Indonesia berkisar antara Rp5–15 juta per bulan tergantung keahlian dan lokasi kerja.

  • Software Engineer — Rp6–15 juta/bulan
  • Data Analyst — Rp5–12 juta/bulan
  • IT Consultant — Rp7–18 juta/bulan
  • System Analyst — Rp6–14 juta/bulan

Tips Belajar Efektif untuk Mahasiswa IT

Untuk menguasai materi kuliah IT, terapkan metode belajar aktif: jangan hanya membaca, tapi praktikkan setiap konsep. Buat proyek kecil setelah mempelajari teori baru. Bergabunglah dengan kelompok belajar atau UKM programming untuk saling berbagi pengetahuan. Konsistensi lebih penting daripada durasi — belajar 30 menit setiap hari lebih efektif daripada 5 jam seminggu sekali.

  • Praktikkan materi dalam 24 jam setelah belajar
  • Ajarkan kembali ke teman (Feynman Technique)
  • Kerjakan soal di platform seperti LeetCode atau HackerRank
  • Ikuti development challenge untuk mengasah skill

Soft Skill yang Perlu Diasah

Selain skill teknis, perusahaan juga mencari lulusan dengan soft skill yang baik. Kemampuan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah menjadi nilai tambah yang membedakan kandidat biasa dengan kandidat unggulan. Ikuti organisasi kampus dan proyek kelompok untuk mengembangkan soft skill ini.

  • Komunikasi efektif — mampu menjelaskan konsep teknis ke audiens non-teknis
  • Kerja sama tim — berkolaborasi dalam proyek pengembangan software
  • Manajemen waktu — mengatur prioritas antara kuliah, organisasi, dan pribadi
  • Adaptabilitas — cepat belajar teknologi baru yang terus berkembang

Tertarik mengembangkan karier di bidang ini? Fasilkom Narotama memiliki program studi yang siap membekali kamu dengan skill dan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.

📌 Daftar PMB Sekarang | 💬 Konsultasi Gratis via WhatsApp