MERDEKA
Mari kita bungkus penjelasan IP Address ini dengan nuansa peringatan HUT RI ke-80 supaya mahasiswa Fasilkom lebih mudah memahami 😄🇮🇩
🌐 IP Address & Semangat Kemerdekaan ke-80 RI
Bayangkan jaringan komputer itu seperti wilayah Nusantara Indonesia.
Setiap pulau, kota, dan rumah punya alamat biar tidak tertukar — sama halnya dengan IP Address di jaringan komputer.
🏳️🌈 Kelas-Kelas IP = Wilayah NKRI
Class A (Alamat untuk jaringan besar)
👉 Ibarat Pulau Jawa yang padat penduduk, luas dan mampu menampung banyak orang. Cocok untuk jaringan raksasa.
Class B (Jaringan menengah)
👉 Seperti Sumatra atau Kalimantan, luas tapi tidak sepadat Jawa. Pas untuk kampus, instansi pemerintah, atau perusahaan besar.
Class C (Jaringan kecil)
👉 Bayangkan desa di NTT atau Bali, lebih kecil skalanya tapi tetap terhubung. Cocok untuk rumah, kantor kecil, atau lab Fasilkom.
Class D (Multicast)
👉 Seperti TVRI menyiarkan upacara 17 Agustus ke seluruh Indonesia. Satu sumber, dikirim ke banyak penerima sekaligus.
Class E (Eksperimen & riset)
👉 Sama dengan peneliti BRIN yang sedang menguji roket merah putih 🚀. Belum untuk publik, masih tahap uji coba.
🇮🇩 Private vs Public IP = Jalan Desa vs Jalan Nasional
Private IP (192.168.x.x, 10.x.x.x, 172.16–31.x.x)
👉 Ibarat jalan kampung. Hanya digunakan di dalam desa, tidak langsung keluar ke jalan besar.
➝ Contoh: Lab Fasilkom pakai 192.168.1.10 untuk PC mahasiswa.
Public IP
👉 Seperti jalan tol nasional, terbuka untuk semua orang dan bisa digunakan buat akses antar kota/provinsi.
➝ Contoh: Website kampus pakai Public IP biar bisa diakses mahasiswa dari rumah.
📌 Fakta Seru (Analoginya ala 17-an)
127.x.x.x → Loopback testing
👉 Seperti kita latihan baris-berbaris sendiri di halaman rumah sebelum tampil di lomba 17 Agustus.
0.x.x.x → Default routing
👉 Ibarat jalan utama menuju alun-alun: kalau bingung mau ke mana, semua diarahkan dulu ke sini.
🎉 Penutup
Seperti para pejuang 1945 memberi alamat jelas pada perjuangannya, begitu juga IP Address memberi alamat jelas pada setiap perangkat.
Kalau dulu semboyannya “Merdeka atau Mati”, di jaringan semboyannya bisa jadi:
➡️ “Tanpa IP, tak ada koneksi” 😄
Diperbaharui: 17/08/2025
1. Saat ini IP Address lebih menggunakan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) daripada kelas-kelas seperti pembagian IP Address yang lama. Jadi membagi IP dengan kelas-kelas sudah tidak relevan lagi untuk saat ini -meski masih banyak yang mengatakan network /24 adalah IP kelas C.
2. Analogi IP private vs IP public dengan jalan desa dan jalan tol nasional, sebenarnya kurang pas. Karena kesannya hanya soal kecepatan akses. Padahal IP private *benar-benar tidak terkoneksi* ke jalur internet dunia. Kita bisa menggunakan karena ada teknologi NAT (Network Address Translation) di gateway IP private. Jika tidak ada, maka kita benar-benar terisolasi di network kita saja.
3. Default routing selalu berbentuk 0.0.0.0/0. Sehingga 0.x.x.x itu bukan default routing. Untuk informasi routing selalu dengan format network number dan diikuti dengan netmask -sebagai penanda sampai sedalam apa routing itu berlaku.
MERDEKA!!!
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.